Kembali lagi aku
teringat tentang dirimu. Entah kenapa aku selalu mempunyai memori yang kuat
untuk hal itu. Seakan, ada lem perekat super lengket yang begitu sulit aku
hilangkan untuk segera menghapusnya agar bisa selamanya menghilang.
Sejujurnya,
aku sudah mempunyai ‘tekat’ dan ‘niat’ yang kuat untuk melupakanmu, melupakan
semua kenangan bersamamu. Namun, aku tidak berhasil mengusir semua rasa yang
bisa dibilang “rasa suka” ku kepadamu. Aku sulit menghapusnya, sangat sulit
membuangnya keluar dari otak dan pikiranku. Semua itu secara otomatis membuat perasaanku
menjadi mati. Mati rasa.
Kali
ini, aku teringat tentang perlakuanmu yang dulu seakan-akan kamu ‘menyembunyikan’
diriku sebagai kekasihmu. Di depan teman-temanmu misalnya. Kamu selalu bilang
kepadaku “kamu bisa kesana sebentar”
disaat kamu bertemu dengan temanmu ketika sedang bersamaku. Kamu tidak mau
mengenalkanku kepada semua teman-temanmu. Kamu bertingkah seperti tidak
mengenalku pada saat itu. Sakit sekali. Dan jahat!
Tidak
hanya di dunia nyata seperti itu, kamu juga selalu menutup-nutup I hubungan
kita yang pada saat itu sedang “berpacaran” di dunia maya. Memang, ketika kamu
pertama kali mengenalku kamu dan aku saling stalking profil satu sama lain,
saling balas membalas kometar, saling wall to wall, kata “sayang” pun tidak
absen dari perbincangan kita. Dulu.
Namun,
semuanya berubah ketika kamu lulus dari sekolah menengah pertama mu dan
diterima di sekolah menengah atas yang mayoritas anaknya keren-keren, cakep,
gaul, glamor, dan semacamnya. Kamu berubah 180 derajat di mataku. Kamu mulai berani
mengatakan kata “nanti kalo ada temanku, kamu menjauh aja ya”. Tanpa pikir panjang,
kamu lantang berkata seperti itu kepadaku. Memangnya aku ini apa? Apa aku ini
kuman bagimu? Apa kamu jijik denganku ketika bertemu dengan teman-temanmu? Ah bikin
sakit hati saja!
Itu
dulu.
Sekarang, tanpa aku
stalking profil facebook / timeline twittermu
saja aku sudah melihat kemesraan interaksimu dengan kekasih barumu
ketika aku pertama kali sign in di akun pribadiku. Kamu yang dulu selalu
melarangku memanggil kata2 mesra ketika di dunia maya, sekarang kamu
asyik-asyiknya bermesraan di lihat banyak publik dengan kekasihmu. Kamu yang
dulu selalu melarang aku meng-update status disertai dengan namamu saja,
sekarang kamu membiarkan kekasihmu dengan leluasanya memamerkan namamu di semua
publik. Kamu yang dulu selalu melarangku menuliskan namamu di bio twitterku,
sekarang kamu mengizinkan kekasihmu dengan santainya memaparkan namamu di akun
pribadinya.
Sebenarnya apa yang
membuatku beda dengan dia? Sebenarnya apa yang membuat dia lebih spesial di
hatimu ?
Apa istimewanya dia dimatamu? Siapa dulu kah
yang mengenalmu? Siapa? Siapa!!!!!!
Aku merasa dibedakan,
aku tidak terima. Dan percuma! Aku mau memarahi siapa, aku tidak tahu. Aku mau
meminta keadilan kepada siapa, aku ini siapa. Dan apa boleh buat, aku tidak
bisa berbuat apa-apa. Tidak ada keadilan.
Aku hanya bisa
menorehkan tinta-tinta hitam di blog pribadi milikku ini tentang semua apa yang
ada dipikiranku, aku akan menulisnya. Bacalah, semua ketidakadilan yang pernah kamu
berikan padaku dulu yang tidak sebanding dengan apa yang kamu berikan kepada
kekasihmu yang sekarang.
Mungkin kamu lov
s3tenga44ch ma4tdhtti bhangedtt chhamma ddhiiiaa<3.
Krek.

0 komentar:
Posting Komentar