Jumat, 12 April 2013

Kisah yang Tak Sama


Kembali lagi aku teringat tentang dirimu. Entah kenapa aku selalu mempunyai memori yang kuat untuk hal itu. Seakan, ada lem perekat super lengket yang begitu sulit aku hilangkan untuk segera menghapusnya agar bisa selamanya menghilang.

            Sejujurnya, aku sudah mempunyai ‘tekat’ dan ‘niat’ yang kuat untuk melupakanmu, melupakan semua kenangan bersamamu. Namun, aku tidak berhasil mengusir semua rasa yang bisa dibilang “rasa suka” ku kepadamu. Aku sulit menghapusnya, sangat sulit membuangnya keluar dari otak dan pikiranku. Semua itu secara otomatis membuat perasaanku menjadi mati. Mati rasa.


            Kali ini, aku teringat tentang perlakuanmu yang dulu seakan-akan kamu ‘menyembunyikan’ diriku sebagai kekasihmu. Di depan teman-temanmu misalnya. Kamu selalu bilang kepadaku “kamu bisa kesana sebentar” disaat kamu bertemu dengan temanmu ketika sedang bersamaku. Kamu tidak mau mengenalkanku kepada semua teman-temanmu. Kamu bertingkah seperti tidak mengenalku pada saat itu. Sakit sekali. Dan jahat!

            Tidak hanya di dunia nyata seperti itu, kamu juga selalu menutup-nutup I hubungan kita yang pada saat itu sedang “berpacaran” di dunia maya. Memang, ketika kamu pertama kali mengenalku kamu dan aku saling stalking profil satu sama lain, saling balas membalas kometar, saling wall to wall, kata “sayang” pun tidak absen dari perbincangan kita. Dulu.

            Namun, semuanya berubah ketika kamu lulus dari sekolah menengah pertama mu dan diterima di sekolah menengah atas yang mayoritas anaknya keren-keren, cakep, gaul, glamor, dan semacamnya. Kamu berubah 180 derajat di mataku. Kamu mulai berani mengatakan kata “nanti kalo ada temanku, kamu menjauh aja ya”. Tanpa pikir panjang, kamu lantang berkata seperti itu kepadaku. Memangnya aku ini apa? Apa aku ini kuman bagimu? Apa kamu jijik denganku ketika bertemu dengan teman-temanmu? Ah bikin sakit hati saja!

            Itu dulu.

Sekarang, tanpa aku stalking profil facebook / timeline twittermu  saja aku sudah melihat kemesraan interaksimu dengan kekasih barumu ketika aku pertama kali sign in di akun pribadiku. Kamu yang dulu selalu melarangku memanggil kata2 mesra ketika di dunia maya, sekarang kamu asyik-asyiknya bermesraan di lihat banyak publik dengan kekasihmu. Kamu yang dulu selalu melarang aku meng-update status disertai dengan namamu saja, sekarang kamu membiarkan kekasihmu dengan leluasanya memamerkan namamu di semua publik. Kamu yang dulu selalu melarangku menuliskan namamu di bio twitterku, sekarang kamu mengizinkan kekasihmu dengan santainya memaparkan namamu di akun pribadinya.

Sebenarnya apa yang membuatku beda dengan dia? Sebenarnya apa yang membuat dia lebih spesial di hatimu ?

Apa istimewanya dia dimatamu? Siapa dulu kah yang mengenalmu? Siapa? Siapa!!!!!!

Aku merasa dibedakan, aku tidak terima. Dan percuma! Aku mau memarahi siapa, aku tidak tahu. Aku mau meminta keadilan kepada siapa, aku ini siapa. Dan apa boleh buat, aku tidak bisa berbuat apa-apa. Tidak ada keadilan.

Aku hanya bisa menorehkan tinta-tinta hitam di blog pribadi milikku ini tentang semua apa yang ada dipikiranku, aku akan menulisnya. Bacalah, semua ketidakadilan yang pernah kamu berikan padaku dulu yang tidak sebanding dengan apa yang kamu berikan kepada kekasihmu yang sekarang.

Mungkin kamu lov s3tenga44ch ma4tdhtti bhangedtt chhamma ddhiiiaa<3.

Krek.

0 komentar:

Posting Komentar