Senin, 08 Juli 2013

Menjauh? Susah!

Rasanya aku ingin menjerit sekeras-kerasnya di suatu tempat yang tidak terpenghuni oleh siapapun. Aku juga ingin berlari sekencang-kencangnya tanpa henti,  tanpa arah. Aku ingin menjauh. Menjauh dari semua hal yang berhubungan tentangmu. Menjauh.. sejauh-jauhnya.. namun kenyataannya, semua itu sangat susah.

            Bagaimana tidak susah, aku dan kamu tinggal berseberangan jalan, dalam satu desa, satu kota. Bersekolah di kota yang sama, namun hanya berbeda tempat. Waktu berangkat sekolah saja, kita sering sekali bertemu di persimpangan jalan. Itu sudah menjadi ritual ke-nyesek-kan-ku  di pagi hari. Kalau saja kita masih bersama, pasti aku sangat menginginkan setiap pagi itu dan tidak mau melewatkan saat-saat itu. Namun kenyataannya sudah berbeda, aku dan kamu sudah tidak bersama lagi dan aku sangat membenci saat-saat pagi itu.

            Aku merasa, setiap kegiatanku entah apapun itu. Aku selalu mengingat-ingat saat bersamamu dulu. Kamu bagaikan momok. Haha, apa itu momok?-____-

            Mungkin kamu sudah tidak ada perasaan sama sekali kepadaku. Tapi aku? Aku sendiri juga tidak mengerti bagaimana perasaanku sekarang kepadamu. Aku masih mencintaimu atau malah membencimu? Aku sendiri tidak memahami perasaanku sendiri. Entah karena apa, aku juga tidak mengerti. Perasaan ini berubah-ubah tanpa aku perintah.

            Apa karena aku dan kamu bertempat tinggal berdekatan sehingga aku susah sekali melupakanmu? Mungkin karena factor itu juga aku susah sekali melupakanmu, menjauh dari semua hal yang berhubungan denganmu.


            Waktu yang akan menjawab semua ini. Aku percaya semua skenario yang telah Tuhan ciptakan. Waktu yang membuat aku menjadi dewasa. Mungkin, waktu juga yang bisa membuatku menjauh darimu. Iya. Waktu yang lama.

0 komentar:

Posting Komentar