Selasa, 09 Juli 2013

Kenangan Terindah

Banyak sekali kenangan-kenangan yang kamu berikan padaku. Puluhan, ribuan, atau bahkan tidak terhitung. Setiap kita bertemu, kamu selalu berusaha menyelipkan satu per satu kenangan yang sangat indah, kamu memang tipe orang yang romantis. Tidak sekali dua kali kamu selalu sembunyi-sembunyi membawa mawar merah dan menyelipkannya ke tasku atau langsung mengejutkanku dan memberikan mawar itu secara langsung.

Tidak hanya itu, kamu selalu mempunyai ide agar pertemuan kita tidak menjadi pertemuan yang membosankan, tidak menjadi pertemuan yang garing. Kamu pernah membawa banyak sekali kertas lipat waktu kita berdua akan pergi makan malam di restoran lesehan.

“Ngapain bawa kertas lipat segitu banyak mbrot? Kamu ada tugas sekolah ya?” tanyaku.

“Iya, ada tugas kesenian. Ditugasi buat origami seratus burung ndut. Bantuin ya.”

“Banyak banget ya-_-. Siap komandan” jawabku sambil hormat didepannya. Dia juga tak jarang mencium keningku sambil mengatakan ‘terimakasih sayang’.

            Keluar dari tempat makan itu, kita membawa sekitar 80 origami burung yang kamu masukkan ke dalam plastik besar sekali. Kita dilihati banyak orang karena mungkin menurut mereka kita aneh. Aku selalu geli sendiri ketika mengingat-ingat hal itu. Karena belum genap 100 burung, kita membuatnya di rumah masing-masing. Kamu 100, aku juga 100.

            Keesokan harinya, kamu mengajakku keluar dan menyuruhku membawa origami-origami burung itu. “Kita mau kemana? Kita mau ke guru seni kamu ya?” tebakku sok tau. “Udaaah ikut aja”

“Sayang, kan ini jalan menuju pantai. Iya kan?”
“Iya sayang, udah kamu ngikut aku aja”
***

Sesampainya disana.

“Kita mau ngapain kesini?”

“Aku mau jujur sama kamu, sebenarnya origami-origami ini bukan untuk tugas kesenianku, tapi untuk kita lepas ke laut itu. Bareng-bareng J Cuma kita berdua. Kelak, biar mereka yang jadi saksi kalau aku pernah memiliki bidadari sebaik kamu yang mau membantuku menciptakan mereka”

            Mataku langsung berkaca-kaca mendengar pengakuan darimu. Kamu sangat romantis. Romantis sekali. Kita berdua pun melepas origami-origami itu ke tepi laut. Dengan canda, tawa, dan tangis haru. Dan hanya berdua.

            Dan kini, kita telah berpisah lama sekali. Aku tidak mendapat kabar darimu. Semoga origami-origami itu suatu saat yang akan mempersatukan kita lagi. Yang akan menghidupkan kisah cinta kita lagi. Amiiiiin.


Masa lalu memang untuk dikenang. Ambil hikmahnya, lupakan rasa sakitnya.

0 komentar:

Posting Komentar