Banyak sekali
kenangan-kenangan yang kamu berikan padaku. Puluhan, ribuan, atau bahkan tidak
terhitung. Setiap kita bertemu, kamu selalu berusaha menyelipkan satu per satu
kenangan yang sangat indah, kamu memang tipe orang yang romantis. Tidak sekali
dua kali kamu selalu sembunyi-sembunyi membawa mawar merah dan menyelipkannya
ke tasku atau langsung mengejutkanku dan memberikan mawar itu secara langsung.
Tidak hanya itu,
kamu selalu mempunyai ide agar pertemuan kita tidak menjadi pertemuan yang
membosankan, tidak menjadi pertemuan yang garing. Kamu pernah membawa banyak
sekali kertas lipat waktu kita berdua akan pergi makan malam di restoran
lesehan.
“Ngapain bawa kertas lipat segitu banyak mbrot?
Kamu ada tugas sekolah ya?” tanyaku.
“Iya, ada tugas kesenian. Ditugasi buat origami
seratus burung ndut. Bantuin ya.”
“Banyak banget ya-_-. Siap komandan” jawabku
sambil hormat didepannya. Dia juga tak jarang mencium keningku sambil
mengatakan ‘terimakasih sayang’.
Keluar
dari tempat makan itu, kita membawa sekitar 80 origami burung yang kamu
masukkan ke dalam plastik besar sekali. Kita dilihati banyak orang karena
mungkin menurut mereka kita aneh. Aku selalu geli sendiri ketika
mengingat-ingat hal itu. Karena belum genap 100 burung, kita membuatnya di
rumah masing-masing. Kamu 100, aku juga 100.
Keesokan
harinya, kamu mengajakku keluar dan menyuruhku membawa origami-origami burung
itu. “Kita mau kemana? Kita mau ke guru seni kamu ya?” tebakku sok tau. “Udaaah
ikut aja”
“Sayang,
kan ini jalan menuju pantai. Iya kan?”
“Iya
sayang, udah kamu ngikut aku aja”
***
Sesampainya disana.
“Kita mau ngapain kesini?”
“Aku mau jujur sama kamu, sebenarnya
origami-origami ini bukan untuk tugas kesenianku, tapi untuk kita lepas ke laut
itu. Bareng-bareng J
Cuma kita berdua. Kelak, biar mereka yang jadi saksi kalau aku pernah memiliki
bidadari sebaik kamu yang mau membantuku menciptakan mereka”
Mataku
langsung berkaca-kaca mendengar pengakuan darimu. Kamu sangat romantis.
Romantis sekali. Kita berdua pun melepas origami-origami itu ke tepi laut.
Dengan canda, tawa, dan tangis haru. Dan hanya berdua.
Dan
kini, kita telah berpisah lama sekali. Aku tidak mendapat kabar darimu. Semoga
origami-origami itu suatu saat yang akan mempersatukan kita lagi. Yang akan
menghidupkan kisah cinta kita lagi. Amiiiiin.
Masa lalu memang untuk dikenang. Ambil
hikmahnya, lupakan rasa sakitnya.

0 komentar:
Posting Komentar