Kamis, 28 Maret 2013

Sudah, Lupakan Saja !

Apa kau masih ingat mengapa kita bertengkar? Apa kau masih ingat mengapa kita bermusuhan? Apa kau masih ingat apa penyebab kita BERPISAH?

Empat bulan, kita telah berpisah. Setelah 14 bulan kita berpacaran, menjalin hubungan dengan kokoh. 

Rabu, 27 Maret 2013

Sebuah Penolakan


Aku berjalan menyusuri keramaian jalan di pusat kota. Aku ingin berjalan lurus ke depan dan aku tidak mau berjalan atau pun menoleh ke belakang sama sekali. Aku berjalan tanpa arah daaaaaaan tanpa tujuan.

Perut Gendut


Entah kenapa malam ini ada gerombolan  angin yang mengembuskan sesuatu dan sengaja membuatku mengingatmu. Mengingat semua kenangan ‘manis’ yang kita pernah alami dulu.

Sebenarnya aku selalu merasa panas dingin ketika mengingat semua tentangmu. Mengingat semuuuuuuuuuua kenangan kita maksutku.

Senin, 25 Maret 2013

Takut Menyapamu


Akhir-akhir ini aku selalu hampir terlambat mengikuti bimbingan belajar. Entah. Kenapa itu bisa terjadi? Karena aku sekarang rupanya mempunyai hobi baru yaitu “tidur”.

Maklum efek kesepian.

Perempuan 'baru' mu


Sebulan. Dua bulan. Tiga bulan. Empat bulan. Hmmmm.

Waktu itu, aku iseng melihat akun twittermu. Timeline-mu memang agak sepi, namun aku menemukan kamu asyik mention-mention-nan dengan perempuan yang selalu membuatku kesal. Ya. Perempuan itu. Sahabatmu.

Minggu, 24 Maret 2013

Jadi? Selama ini?


Aku tau kamu memang kakak kelasku. Aku juga tau kalau kita mempunyai teman yang berbeda, kita mempunyai lingkungan yang berbeda.

            Aku selalu tidak nyaman ketika mengetahui sikapmu yang terlalu ‘menyembunyikan’ keberadaanku ketika bertemu dengan teman-temanmu.

Sabtu, 23 Maret 2013

7, 8, dan 'KITA'


Hari ini panas, hari ini gerah, dan hari ini menyebalkan. Aku tidak suka senin siang ini. Aku memang tidak pernah suka Hari Senin. Apa yang kamu pikirkan tentang Hari Senin? Taruhan deh, pasti jawabannya sama persis kayak jawabanku.

Di Senin siang itu, kamu mengirim pesan singkat untukkku “Nanti sore keluar yuk, aku bosen. Banyak pikiran.”

Rabu, 20 Maret 2013

Ketika Mataku Berucap


Aku tergesa-gesa merapikan tumpukan buku yang aku perlukan untuk mengikuti bimbingan belajar hari ini. Banyak sekali materi baru yang harus dipelajari hari ini.

Aku mengendarai motor dengan kecepatan 80/km. Aku sudah terlambat sekali masuk kelas sore itu.

Tangga demi tangga aku lewati demi menyusul ketinggalan guru pembimbingku yang sedang menerangkan detail-detail peradaban sejarah pada waktu itu.

Senin, 18 Maret 2013

Hujan. Belum Berhenti.


Gemericik air satu per satu jatuh dari atap genting rumah. Seakan bergantian bernyanyi diiringi bunyi “tik..tik..tik” yang sangat keras. Sangat keras.

Sebenarnya, malam ini aku sangat berharap hujan segera berhenti. Malam ini aku akan keluar makan malam denganmu. Kamu berjanji menjemputku pukul 7 malam. Namun, hujan mulai turun dari pukul 6 malam.

Aku menerima pesan singkat darimu.

Dibalik Mata Itu..



Aku sudah mengenalmu sejak perkenalan pertama itu di parkiran sekolah. Kira-kira 5 bulan lamanya. Aku dan kamu semakin dekat dan erat. Tidak jarang menghabiskan waktu hanya berdua. Di sekolah maupun di luar sekolah. Kita sering hang out ketika hari libur sekolah. Dan hanya ‘berdua’.

Di pesan singkat pun, kita jarang sekali memanggil nama panggilan kita melainkan sudah ada kata-kata sayang yang sering kali diketikkan oleh jari-jari manis kita. Sungguh dunia serasa milik berdua.

Minggu, 17 Maret 2013

Selamat Pagiiiiiiii


“Selamat Pagi sayang, cepet bangun. Have a nice day ya. Aku mencintaimu :***”

Bangun tidur aku sudah menerima pesan singkat darimu yang menyuruhku untuk segera bangun. Kamu yang pada saat itu sedang berada di Bandung untuk menemui saudaramu yang sedang sakit. Sudah 3 hari kamu berada di sana. Aku kangen sapaan darimu yang hanya sekedar mengucapkan “Selamat Pagi”. Secara langsung.
“Selamat Pagi juga sayang, Hati-hati disana{{}} aku sangat mencintaimu :**”

Sabtu, 16 Maret 2013

Aku Melihatmu, (Lagi) ?


"Sudah beberapa bulan aku tidak menerima kabar dan informasi tentangmu. Aku bersyukur sekali. Sangat bersyukur. Aku bisa dengan nyaman menikmati hidupku sendiri tanpa terusik oleh kabar darimu dan ‘pacarmu’."

Namun, aku lupa bahwa kamu masih satu tempat bimbingan belajar dengannya. Dia memang satu tahun lebih diatasku, tak jarang aku mendapat jam bimbel sama dengan jam bimbelnya. Tapi, aku merasa belakangan ini aku memang tidak pernah melihatnya pergi ke tempat bimbel. “Sibuk pacaran laaah” bisik setan dalam hati.

Dan kenapa? Kenapa? HARI INI aku berpapasan langsung dengannya di tempat bimbel.

Pertama Kenalan


Bulan Maret – Juli 2011

Hari itu, aku sedang mengikuti ekskul yang ada di sekolahku. Aku mengikuti ekstra basket. Aku adalah siswi kelas 10 yang baru masuk ke SMA 3 BLITAR. Aku merupakan junior yang harus mulai beradaptasi dengan semua kakak-kakak seniorku. Waktu itu, semua junior memperkenalkan diri ke semua para anggota basket di tengah lapangan. Ada 14 anak baru dari kelas 10. 


Aku memperkenalkan diri ke semua anggota basket. Aku tidak sengaja melirik ke pandangan yang dari tadi memperhatikanku. Ya. Ada kakak kelas yang sengaja dari tadi memperhatiakan semua tingkah polahku.