Sebulan. Dua bulan.
Tiga bulan. Empat bulan. Hmmmm.
Waktu itu, aku iseng melihat akun twittermu.
Timeline-mu memang agak sepi, namun aku menemukan kamu asyik
mention-mention-nan dengan perempuan yang selalu membuatku kesal. Ya. Perempuan
itu. Sahabatmu.
Dan
kagetnya lagi, aku menemukan sebuah mention dan tweet-mu yang menandakan itu
adalah tanggal yang istimewa. Perempuan yang ku benci itu juga menulis tweet
yang sama denganmu.
Tanpa basa-basi lagi aku sudah bisa menyimpulkan
bahwa itu adalah tanggal jadian kalian.
Congratulation!!! “dalam
hati”
∞
Perempuan itu. Hah.
Aku kesal dengannnya. Jika mengingat-ingat dulu waktu aku masih bersamamu, dia
sangat baik denganku dan kurang lebih dia bisa menganggapku sebagai seorang
sahabat. Sepertimu
Namun apa boleh
buat. Hari ini. Detik ini. Aku sudah tidak lagi bersamamu. Dan sekarang
perempuan itu adalah pacarmu. Kekasihmu. Saat ini.
Jika aku tiba-tiba
terpikirkan tentang perempuan itu. Aku
selalu ingin mengacak-acak rambutnya mencakar-cakar wajahnya. Aku sangat kesal
jika harus bertemu, melihat, berbicara dengan perempuan itu.
Sudah berapa kali
aku berbicara ‘kesal’? Ya. Itu cukup kuat untuk membuktikan ke’kesal’anku
kepada perempuan itu. Apa gunanya meladeni perempuan seperti itu.

0 komentar:
Posting Komentar