Sabtu, 16 Maret 2013

Pertama Kenalan


Bulan Maret – Juli 2011

Hari itu, aku sedang mengikuti ekskul yang ada di sekolahku. Aku mengikuti ekstra basket. Aku adalah siswi kelas 10 yang baru masuk ke SMA 3 BLITAR. Aku merupakan junior yang harus mulai beradaptasi dengan semua kakak-kakak seniorku. Waktu itu, semua junior memperkenalkan diri ke semua para anggota basket di tengah lapangan. Ada 14 anak baru dari kelas 10. 


Aku memperkenalkan diri ke semua anggota basket. Aku tidak sengaja melirik ke pandangan yang dari tadi memperhatikanku. Ya. Ada kakak kelas yang sengaja dari tadi memperhatiakan semua tingkah polahku.


Aku mengabaikannya. Seusai perkenalan, semua anggota basket dipimpin oleh ketua tim untuk melakukan pemanasan untuk mengawali semua kegiatan hari ini. Setelah itu, semua anggota melakukan dribel dan semacamnya untuk memasukkan bola ke ring. Satu per satu.


Saat giliranku, aku lumayan mahir dalam hal ini. Namun, ada lay of yang meleset. Bolaku menggelinding keluar lapangan, terpaksa aku mengambilnya untuk memulai lay of lagi. Bola itu menggelinding menuju tempat parkir sepeda motor sekolah. Ada seorang pria disana. Ternyata dia adalah pria yang daritadi memperhatikanku sejak awal ekskul tadi. Dia menangkap bola yang ku kejar dan memberikannya padaku dan mulai membuka percakapan.

“Haiii”
“Haiii juga, bukannya kamu tadi ada disana? Makasih kak, bolanya.”
“Oke, apa boleh aku meminta nomer telefonmu?”
“Ha?”
Setelah berpiikir panjang, aku menuliskan nomer telefonku di sebuah kertas kecil.
“Makasih yaaa.”
“Oke”

Pulang ekskul, aku bermalas-malasan melepas sepatuku di dalam kamar dan meneparkan badanku yang lemas ini di tempat tidur. Aku mulai melihat ponselku yang tadi tertinggal di kamar waktu aku ekskul. Ada 1 pesan masuk. Nomor asing. Aku mulai membukanya “Haiii”. Aku membalasnya “Iya, ini siapa?”

Hanya beberapa detik aku mendapat balasan dari nomor asing itu. “Aku kakak kelas yang tadi di parkir sekolah dek”

Aku terkejut dan ada rasa deg-deg-an melihat pesan singkat darinya. Aku pun mulai berkenalan dengannya.

Waktu demi waktu, hari demi hari, aku berkomunikasi dan bertemu dengannya.  Waktu terus berjalan, aku semakin dekat dan semakin dekat dengannya. 

Ketika bertemu kita selalu bercanda gurau. 
Ketika menerima pesan darinya, kita selalu bertukar cerita tentang pribadi kita yang sebenarnya. 


Dia baik, pengertian, dan kelihatannya dia mempunyai perhatian khusus untukku. Saat itu, aku merasa dunia ini hanya milik aku dan kakak kelasku itu. Setiap detiknya sungguh terasa menyenangkan. Sungguh.

 Untuk kakak kelas yang meminta nomor
     ponselku ketika bertemu
        di tempat parkir sekolah ‘malam’

0 komentar:

Posting Komentar