Bulan
Maret – Juli 2011
Hari itu, aku sedang mengikuti ekskul yang ada
di sekolahku. Aku mengikuti ekstra basket. Aku adalah siswi kelas 10 yang baru
masuk ke SMA 3 BLITAR. Aku merupakan junior yang harus mulai beradaptasi dengan
semua kakak-kakak seniorku. Waktu itu, semua junior memperkenalkan diri ke
semua para anggota basket di tengah lapangan. Ada 14 anak baru dari kelas 10.
Aku memperkenalkan diri ke semua anggota basket. Aku tidak sengaja melirik ke
pandangan yang dari tadi memperhatikanku. Ya. Ada kakak kelas yang sengaja dari
tadi memperhatiakan semua tingkah polahku.
Aku mengabaikannya. Seusai perkenalan, semua
anggota basket dipimpin oleh ketua tim untuk melakukan pemanasan untuk
mengawali semua kegiatan hari ini. Setelah itu, semua anggota melakukan dribel
dan semacamnya untuk memasukkan bola ke ring. Satu per satu.
Saat giliranku, aku lumayan mahir dalam hal ini.
Namun, ada lay of yang meleset. Bolaku menggelinding keluar lapangan, terpaksa
aku mengambilnya untuk memulai lay of lagi. Bola itu menggelinding menuju
tempat parkir sepeda motor sekolah. Ada seorang pria disana. Ternyata dia
adalah pria yang daritadi memperhatikanku sejak awal ekskul tadi. Dia menangkap
bola yang ku kejar dan memberikannya padaku dan mulai membuka percakapan.
“Haiii”
“Haiii juga, bukannya kamu tadi ada disana?
Makasih kak, bolanya.”
“Oke, apa boleh aku meminta nomer telefonmu?”
“Ha?”
Setelah berpiikir panjang, aku menuliskan nomer
telefonku di sebuah kertas kecil.
“Makasih yaaa.”
“Oke”
Pulang ekskul, aku bermalas-malasan melepas
sepatuku di dalam kamar dan meneparkan badanku yang lemas ini di tempat tidur.
Aku mulai melihat ponselku yang tadi tertinggal di kamar waktu aku ekskul. Ada
1 pesan masuk. Nomor asing. Aku mulai membukanya “Haiii”. Aku membalasnya “Iya,
ini siapa?”
Hanya beberapa detik aku mendapat balasan dari
nomor asing itu. “Aku kakak kelas yang tadi di parkir sekolah dek”
Aku terkejut dan ada rasa deg-deg-an melihat
pesan singkat darinya. Aku pun mulai berkenalan dengannya.
Waktu demi waktu, hari demi hari, aku
berkomunikasi dan bertemu dengannya.
Waktu terus berjalan, aku semakin dekat dan semakin dekat dengannya.
Ketika bertemu kita selalu bercanda gurau.
Ketika menerima pesan darinya, kita selalu bertukar cerita tentang pribadi kita yang sebenarnya.
Ketika bertemu kita selalu bercanda gurau.
Ketika menerima pesan darinya, kita selalu bertukar cerita tentang pribadi kita yang sebenarnya.
Dia baik,
pengertian, dan kelihatannya dia mempunyai perhatian khusus untukku. Saat itu,
aku merasa dunia ini hanya milik aku dan kakak kelasku itu. Setiap detiknya
sungguh terasa menyenangkan. Sungguh.
Untuk
kakak kelas yang meminta nomor
ponselku
ketika bertemu
di tempat parkir sekolah ‘malam’

0 komentar:
Posting Komentar