Sabtu, 16 Maret 2013

Aku Melihatmu, (Lagi) ?


"Sudah beberapa bulan aku tidak menerima kabar dan informasi tentangmu. Aku bersyukur sekali. Sangat bersyukur. Aku bisa dengan nyaman menikmati hidupku sendiri tanpa terusik oleh kabar darimu dan ‘pacarmu’."

Namun, aku lupa bahwa kamu masih satu tempat bimbingan belajar dengannya. Dia memang satu tahun lebih diatasku, tak jarang aku mendapat jam bimbel sama dengan jam bimbelnya. Tapi, aku merasa belakangan ini aku memang tidak pernah melihatnya pergi ke tempat bimbel. “Sibuk pacaran laaah” bisik setan dalam hati.

Dan kenapa? Kenapa? HARI INI aku berpapasan langsung dengannya di tempat bimbel.


Tepatnya di ruang tunggu yang sengaja disediakan oleh pemilik bimbel untuk menunggu masuk pada jadwal yang sudah ditentukan. Disana tersedia 2 kursi duduk yang tertata rapi dan salah satu tempat duduk itu diduduki olehnya. Dulu, aku dan dia selalu duduk disitu untuk menunggu jam bimbel kita. Dulu. Dan lupakan. Sekarang, aku tidak berani melihat wajah bahagianya dengan kehidupan barunya. 
Aku tidak mau melihatnya. 

Aku tidak mau.

Aku tidak tau bagaimana responnya ketika dia melihatku. 
Aku tidak tau apakah dia tersenyum padaku atau tidak. 
Aku tidak tau apakah dia menyapaku lewat sapaan tangan atau tidak. Ataaaau? Dia buang muka ketika melihatku? 
Aku tidak tau. 

Semua ketidak-tauan-ku ini aku buat sendiri. Aku sengaja tidak mau mengetahui semua responnya. Karena, aku takut melihat wajah bahagianya yang bukan karena ‘aku’ melainkan karena ‘pacarnya’.

0 komentar:

Posting Komentar