Senin, 18 Maret 2013

Hujan. Belum Berhenti.


Gemericik air satu per satu jatuh dari atap genting rumah. Seakan bergantian bernyanyi diiringi bunyi “tik..tik..tik” yang sangat keras. Sangat keras.

Sebenarnya, malam ini aku sangat berharap hujan segera berhenti. Malam ini aku akan keluar makan malam denganmu. Kamu berjanji menjemputku pukul 7 malam. Namun, hujan mulai turun dari pukul 6 malam.

Aku menerima pesan singkat darimu.


“Hujan tetap jadi ya? Udah lama nih gak dinner bareng. Aku jemput jam 7.”

“Hah apa boleh buat demi nyenengin hati yang lagi kangen”. Pikirku dalam hati.
∞

            Kamu sudah tiba di depan pagar dengan membunyikan bel mobilmu menandakan bahwa kamu sudah datang. Aku segera keluar dengan membawa paying. Menghampirimu.

“Haiii” sapaanmu.
“Haii juga, kita mau kemana?”
“Ke kafe biasanya aja ya” kamu tersenyum kepadaku.
“Oke”

            Kita menikmati makan malam di meja nomor 14 di kafe favorit kita. Bercanda gurau tentunya sambil mengusir rasa jenuh menunggu makanan tiba. Dan hujan tetap setia turun menghiasi malam yang indah ini bersamamu.
Hanya berdua bersamamu.
∞
            Kamu sengaja meninggalkan mobilmu di kafe dan mengantarkan aku pulang dengan jalan kaki. Dan hanya berdua. Tetap bersamamu.

Payung satu yang kubawa dari rumah tadi, sekarang ku pakai berdua denganmu. Melangkah santai menuju rumahku dengan berbincang-bincang mendekatkan diri kita dan lengan kita bertemu ketika kita memegangi payung itu bersama.

            Aku menyukai malam itu. Sangat menyukainya.

Setiap hujan datang, aku selalu berharap bisa mengulangi saat-saat itu bersamamu kembali.
Setiap hujan datang, aku selalu merindukan saat-saat itu bersamamu.

0 komentar:

Posting Komentar