Aku tau kamu memang kakak kelasku. Aku juga tau
kalau kita mempunyai teman yang berbeda, kita mempunyai lingkungan yang
berbeda.
Aku
selalu tidak nyaman ketika mengetahui sikapmu yang terlalu ‘menyembunyikan’
keberadaanku ketika bertemu dengan teman-temanmu.
Sungguh, aku tidak nyaman. Aku ingin berteriak
di tempat itu juga.
Aku mengetahui sikapmu yang berubah kepadaku ini
ketika kamu naik ke kelas 12 dan aku naik ke kelas 11. Kamu bertemu kembali
dengan teman-temanmu sewaktu masih SMP. Aku kesal mengetahui kamu mempunyai 3
orang teman yang kurasa terlalu berlebihan. 2 orang perempuan yang sangat dekat
denganmu namun kedekatan itu menurutku sungguh tidak wajar dan seorang
laki-laki yang sedikit aneh+gilaaa.
Ketika
kamu keluar dengan mereka-mereka dan tidak mengajakku untuk bergabung, aku
selalu berfikir secara logis bahwa pasti orang2 yang belum mengenal kalian
mengira kalau kalian sedang melakukan “double date” yang sangat romantis.
Oke. Fine.
Yang lebih
membuatku kesal, salah satu teman perempuanmu itu lebih lengket denganmu dan
kalo menurut penerawanganku dia menyukaimu. Sangat menyukaimu. Padahal dia tau
kalau aku ini adalah pacarmu. Kekasihmu. Saat ini.
Tak
jarang, akhir-akhir ini aku selalu bertengkar denganmu membahas masalah ini.
Aku begitu kesal sekali. SANGAT KESAAAAAAAAL!!!!
Kita sering sekali
bertengkar, mungkin karena aku sudah tidak nyaman lagi dengan sikapmu yang
sekarang lebih dekat dengan mereka dan hampir tidak ada waktu untuk berdua
denganku.
Aku sering marah-marah denganmu.
Cek-cok mulut sering kali terjadi.
Lama-kelamaan, aku merasa kalau kamu sudah
sangat bosan denganku. Bosan sekali. Dan muak.
Waktu pun berjalan cepat. Begitu cepat sehingga
tidak terasa, bahwa kita sudah tidak dapat meneruskan hubungan ini.
Aku dan kamu berpisah dengan alasan yang tidak
logis.
Aku dan kamu mempunyai tingkat keegoisan yang
memuncak ketika menyelesaikan permasalahan demi permasalahan yang sedang kita
hadapi.
Hubungan
ini sudah di ujung tanduk. Hubungan ini tidak bisa diselamatkan lagi. Semua
berubah. Kita berakhir. Hubungan ini berakhir. Untuk selamanya.
∞
Ketika
aku melihatmu di sekolah, kamu selalu bersama perempuan itu. Itu membuat hatiku
tak karuan. Aku tidak bisa berpikir positif sedikit pun kepada dirinya.
Dan.

0 komentar:
Posting Komentar