Aku
tergesa-gesa merapikan tumpukan buku yang aku perlukan untuk mengikuti
bimbingan belajar hari ini. Banyak sekali materi baru yang harus dipelajari
hari ini.
Aku mengendarai motor dengan kecepatan 80/km.
Aku sudah terlambat sekali masuk kelas sore itu.
Tangga demi tangga
aku lewati demi menyusul ketinggalan guru pembimbingku yang sedang menerangkan
detail-detail peradaban sejarah pada waktu itu.
Sampai di kelas,
hanya ada satu kursi yang tersisa dan letaknya depan sendiri berhadapan
langsung dengan pintu masuk. Dengan terpaksa aku menempati tempat itu. Aku
sudah tau bahwa teman-temanku tidak ada yang mau duduk di tempat itu karena
‘sejarah’ bukanlah pelajaran favorit mereka.
Oke. Fine and Nice.
Yang pada awalnya
aku sangat bersemangat mengikuti pelajaran ini dan punya sejuta mood baik,
tiba-tiba mood-ku berubah menjadi jelek. Aku tidak tau itu karena apa padahal
guru pembimbingku sangat jelas menerangkan dan tidak sama sekali menciptakan
rasa ngantuk.
Semua ini berawal
ketika aku melihat ke arah keluar pintu dan aku melihatmu, Mantan Kekasihku.
Disaat yang bersamaan.
Kamu dengan
tergesa-gesa juga turun dari kendaraanmu untuk menuju kelasmu. Kelasku berada
di dekat kelasmu. Namun ketika kamu melihat kelasku, seakan langkahmu terhenti
dan pada saat yang tidak disengaja aku juga sedang melihat keluar pintu.
Seakan-akan
terjadi ‘slowmotion’ seperti di
adegan film-film yang sedang melambatkan langkahmu serta pandangan matamu ke
arahku. Tatapanmu begitu tajam, lama, dan begitu dalam.
Lama. Begitu lama sekali.
Ketika mata kita bisa saling
bertatapan walau jarak yang lumayan jauh. Ketika mata kita bisa saling
bertemu walau jarak yang begitu jauh. Ketika mataku seakan berucap “Aku
merindukanmu. Bagaimana kabarmu?”
Aku tidak tau bagaimana ekspresiku
tadi? Bagaimana mimik wajahku ketika menatapmu tadi?
Yang aku
rasakan adalah mood yang tak karuan dan aku merasakan aliran darahku mengalir
begitu derasss. Sangat deras.

0 komentar:
Posting Komentar