Senin, 25 Maret 2013

Takut Menyapamu


Akhir-akhir ini aku selalu hampir terlambat mengikuti bimbingan belajar. Entah. Kenapa itu bisa terjadi? Karena aku sekarang rupanya mempunyai hobi baru yaitu “tidur”.

Maklum efek kesepian.


Hari itu mata pelajaran di bimbelku adalah kimia. Pelajaran yang menurutku membosankan karena aku sudah bertekat bulat masuk ke jurusan IPS. Aku sengaja berangkat agak lambat agar aku mengikuti bimbel itu dengan cepat.

Aku juga sengaja memelankan laju kendaraanku menuju ke tempat bimbel, tempat bimbelku berada di gang sempit namun tempatnya lumayan luas.

Malam itu. Di jalan, gang bimbelku sudah mulai terlihat. Aku belok kesana dengan malasnya, namun aku masih memelankan laju kendaraanku karena ada lampu kendaraan lain yang akan keluar dari gang sempit itu. Sinarnya memancar jelas dan begitu silau.

Ketika pengendara itu mulai keluar dari gang itu aku terkejut ketika menyadari bahwa yang memiliki lampu se-silau itu adalah kamu. Kamu yang sudah beberapa bulan ini tidak ada kabar. Kamu yang beberapa bulan ini sudah tidak ada hubungan lagi denganku. Kamu juga yang beberapa bulan ini bisa disebut sebagai ‘mantan kekasih’ku.

Ketika bertemu kamu ‘dimana saja’ aku hanya mampu memandangimu, melihatmu, menamatkan pandangan matamu yang selalu membuatku rindu. Aku tidak mampu menyapamu. Dan bisa dibilang, aku takut sekali menyapamu. 
Alhasil, kamu duluan yang selalu menyapaku. Entah dengan kata “Haiiiii” “Woyyyy” “Sttt” Dan aku hanya bisa menjawab “Iyaa” atau aku hanya bisa menjawabnya dengan senyuman saja.

Peredaran darahku serasa semakin deras se-deras-deras-nya ketika bertemu kamu dengan tidak sengaja di jalanan mana pun. 
Namun, kesempatan itu hanya datang setahun sekali. Bertemu denganmu dengan cara kebetulan itu merupakan hal yang paling langka.

0 komentar:

Posting Komentar